Dewasakah kita dalam berpolitik?


Sudah dewasakah masyarakat kita dalam berpolitik? Sering ada pernyataan, wah Karena Politik silaturahmi jd rusak. Why? Krn suka atau tidak suka masyarakat di Indonesia masih belum dewasa dalam berpolitik. Masih kadang ada "Ghibah politik" nya. Kita masih gampang diprovokasi oleh pihak2 yg mengambil "keuntungan" dr ketidak dewasaan masyarakat dalam berpolitik sehingga menimbulkan konflik horizontal, black propaganda sering dihembuskan. Di Indonesia, masyarakat cenderung "kurang bisa" menerima perbedaan pendapat. Beda pendapat dianggap musuh politik. 

Penulis pribadi merasakan, sejak Pilpres 2014 hubungan yg harmonis antar masyarakat mulai rusak, politik Identitas... Agama dan isu komunisme sangat kuat dihembuskan, propaganda kebohongan2 mencuat dimana "Agama" dijadikan kendaraan politik, why? Krn "Jualan" isu Agama dan Komunisme sangat ampuh di Indonesia. Ke-awam-an masyarakat soal politik juga dimanfaatkan.... Seperti halnya hatespeech atau ujaran2 kebencian yg berujung ditangkapnya Jonru Ginting akibat hatespeech2nya yg tidak berdasar, kita akan susah membedakan... Mana sih yg bener? Lalu ada Ratna Sarumpaet akhirnya mengakui kalau dia abis operasi plastik, bukan digebukin.... Tapi masyarakat cenderung percaya narasi kalau Ratna diserang, mulailah tuduhan2 dilontarkan bahwa ratna diserang kubu tertentu dan setelah yg bersangkutan mengakui narasi HOAX tsb, akhirnya Ratna Sarumpaet pun sampai detik ini gak ada lagi suaranya. Pembunuhan karakter kerap kali terjadi, saling serang di medsos, sampai pada suatu keadaan dimana penilaian masyarakat thd calon pemimpin bukan lagi berdasarkan kerja2 nyata tapi di kubu mana dia berdiri. 

Ketahuilah bahwa Indonesia merupakan negara berkembang, dimana kesenjangan masih terlihat jelas, feodalisme yg masih kuat, dll yg mewarnai sikap politik masyarakat.

Berpolitik? Saya setuju! Kesadaran politik masyarakat harus distimulasi, agar masyarakat melek politik dan gak gampang dibodohi. Tapi....tapi yg harus digaris bawahi adalah, masyarakat kita plural, rambut sama hitam tapi isi kepala beda, banyak faktor yg mendasari perbedaan politik antara lain pendidikan, lingkungan dan itu mempengaruhi pola pikir masyarakat. Perbedaan pendapat lumrah dalam berpolitik.. Tapi jangan sampai perbedaan pendapat malah menjadikan kita saling membenci. 

Kebencian akan mendatangkan ketidakharmonisan dalam masyarakat, dan akan mudah dipecah belah dan hal tsb akan mudah dimanfaatkan oleh pihak2 lain yg punya kepentingan2 tertentu. Hargai perbedaan dan dukung hasil yg dicapai tapi tetap kawal dan kontrol demi kepentingan bersama bangsa Indonesia. Jangan mau dipecah belah, itu saja... 

Terima kasih, mohon maaf saudara2ku jika ada kata2 yg tidak berkenan dalam penulisan..... Wassalam.


Reza Irmansyah S,sos

Komentar